Tren Modern dalam Administrasi dan Manajemen Olahraga

Salah satu hal utama yang menghambat pertumbuhan olahraga di Nigeria ketika ini ialah kurangnya manajemen yang efektif. Banyak penyelesaian yang ditawarkan oleh orang-orang Nigeria yang peduli dan patriotik masing-masing hari untuk memastikan kami terbit dari rawa. Salah satu penyelesaian tersebut ialah teks ini yang berjudul “Tren Modern dalam Administrasi dan Manajemen Olahraga”. Ini ditulis oleh Dr. Joseph Awoyinfa, seorang dosen di Departemen Pendidikan Kinetika Manusia dan Kesehatan, Fakultas Pendidikan, Universitas Lagos, Nigeria; seorang peneliti dan konsultan pendidikan. Saya ialah orang yang diundang oleh pengarang dan universitas guna meninjau kitab itu saat disajikan untuk publik pada 4 Desember 2008 di Nigeria.

Berdasarkan keterangan dari Awoyinfa, ialah disangkal di semua dunia bahwa olahraga kini menjadi masalah referensi yang bukan lagi dapat dilalaikan di sekian banyak sektor ekonomi dan bidang kehidupan. Penulis menambahkan bahwa teks ini dengan demikian menyimak secara kritis isu-isu topikal dalam administrasi dan manajemen olahraga, membicarakan teori-teori dan prinsip-prinsip tren canggih dalam administrasi dan manajemen olahraga laksana kepemimpinan, organisasi, perencanaan, motivasi, dll.

Teks ini mengandung 16 bab. Bab satu dibaptis “konsep manajemen olahraga”. Di sini, Awoyinfa menuliskan manajemen ialah konsep yang menyiratkan hal-hal yang bertolak belakang kepada orang yang bertolak belakang pada masa-masa yang berbeda, sampai-sampai mengarah pada banyaknya definisi. Dia menyatakan bahwa manajemen telah tidak sedikit digambarkan sebagai seni, ilmu, seseorang atau orang, disiplin dan proses Judi Slot Online

Penulis ini mengucapkan bahwa sebagai sebuah seni, manajemen olahraga ialah semua mengenai melaksanakan faedah dan tugas organisasi olahraga melewati orang; sedangkan sebagai ilmu, manajemen olahraga ialah tentang membina filsafat olahraga, hukum, teori, prinsip, proses dan praktik. Sebagai suatu organisasi, menurutnya, manajemen olahraga didefinisikan sebagai perangkat untuk membuat struktur formal dan pendirian menurut misi, tujuan, target, faedah dan tugas.

Awoyinfa menuliskan sebagai seseorang atau sekelompok orang, manajemen olahraga bisa merujuk pada kepala saja atau untuk semua staf senior, komite, dll .; sementara sebagai disiplin, manajemen ialah bidang studi dengan sekian banyak mata latihan dan topik. Penulis menyatakan bahwa manajemen olahraga sebagai sebuah proses ialah tentang teknik sistematis dalam mengerjakan sesuatu. Awoyinfa menyoroti faedah manajemen dalam administrasi olahraga sebagai perencanaan, pengorganisasian, penempatan staf, pengarahan / memimpin, pengendalian, koordinasi, penganggaran dan evaluasi. Tentang siapa manajer olahraga itu, pengarang ini mendidik bahwa seorang manajer olahraga ialah siapa saja pada masing-masing tingkat organisasi olahraga yang mengarahkan
upaya orang lain mengarah ke pencapaian destinasi organisasi dengan bijaksana.

Bab dua didasarkan pada masalah perubahan dan tren pemikiran manajemen olahraga. Di sini, Awoyinfa mengungkapkan bahwa pertumbuhan pemikiran mengenai manajemen olahraga berasal dari zaman saat orang kesatu kali berjuang mencapai destinasi dengan bekerja bareng dalam suatu kelompok. Dalam kata-katanya, “Ada pemikiran serius dan teori mengenai mengelola bertahun-tahun sebelum fajar abad kedua puluh (20), yang menandai mula pemikiran manajemen olahraga modern. Upaya besar guna mengembangkan teori dan prinsip-prinsip manajemen olahraga dibuka dari mula abad kedua puluh (20) dengan karya Frederick Taylor dan Henri Fayol. Revolusi industri abad kesembilan belas (19) mungkin menyerahkan iklim guna teori yang paling serius ini. “

Awoyinfa menambahkan bahwa sejak peralihan abad ke-20, pengarang tentang manajemen olahraga dan teori bisnis sudah mengemukakan sekian banyak teori tentang teknik mengelola kegiatan dan personel secara lebih tepat guna dan efektif. Penulis ini mendidik bahwa tiga aliran utama pemikiran manajemen merupakan: klasik; perilaku manusia; dan integratif. Awoyinfa pun menyoroti teori manajemen olahraga awal; prinsip dan ciri khas manajemen ilmiah; evaluasi teori manajemen ilmiah, dll., dalam bab ini.

Bab tiga secara tematik diberi label “prinsip manajemen olahraga”. Dalam bab ini, konsultan pendidikan menyatakan bahwa prinsip-prinsip olahraga ialah undang-undang dasar di mana praktik manajemen olahraga dibangun. Dia menambahkan bahwa prinsip-prinsip manajemen karena tersebut harus didasarkan pada peraturan umum supaya dapat diterapkan dalam organisasi olahraga dengan sekian banyak ukuran dan karakter. “Manajer dan administrator olahraga modern diinginkan dapat mengidentifikasi dan memakai prinsip-prinsip yang cocok yang relevan dengan kondisi tertentu. Ini sebab tidak terdapat prinsip tunggal yang cocok dengan seluruh situasi administrasi,” imbuh Awoyinfa.

Dia menuliskan prinsip dasar olahraga ialah yang berlaku untuk seluruh organisasi olahraga dan sebagai dampak dari penerimaan umum mereka, mereka kadang-kadang dinamakan sebagai “prinsip universal manajemen olahraga”. Penulis ini mengucapkan bahwa sejumlah dari prinsip-prinsip ini merupakan: tanggung jawab; pendelegasian wewenang dan komunikasi.

Share this post:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •